Gareth Southgate berpendapat edukasi lebih penting

judi online indonesia

Gareth Southgate berpendapat edukasi lebih penting di banding sanksi

Gareth Southgate menggaris bawahi perlunya keseriusan dalam menangani kasus rasisme yang dialami oleh para pemain Inggris pada malam pertandingan di kandang Montenegro.

Dua gol Ross Barkley ditambah dengan gol dari Michael Keane, Harry Kane dan Raheem Sterling ketika Inggris mengalahkan montenegro dengan kemenangan 5-1 yang mengesankan.

Tetapi hampir tidak ada yang jadi topik pembicaraan lain di dunia sepak bola setelah kualifikasi Euro 2020 Senin malam kemarin, saat bentrokan Grup A di Podgorica diwarnai oleh rasisme.

dimana Danny Rose dan Callum Hudson-Odoi menjadi sasaran nyanyian dan teriakan berbau rasis para supporter montenegro di babak pertama, yang di respon dengan selebrasi memegang ke dua tlinganya ketika dia berhasil menyarangkan kelima inggris di gawang montenegro.

kemudian menjelang akhir pertandingan mereka kembali melakukan pelecehan lagi terhadap rose, dikarenakan kejadian tersebut sekarang UEFA akan meluncurkan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

setelah pertanding Southgate yang sedang emosi berjuang keras untuk mengumpulkan pikirannya dan tidak ingin berkomentar atas komentar bos Montenegro Ljubisa Tumbakovic yang mengaku tidak mendengar apa pun.

Saya rasa saya tidak perlu mengomentari apa yang dikatakan. Jelas bagi semua orang bahwa ada komentar miring yang dibuat. Berkaca pada sanksi, dimana sanksi hanya akan berguna jika disertai edukasi dan efek jera . Sanksi tidak ada artinya jika tidak ada yang menyertainya untuk mendidik orang. Anak-anak saya tidak perlu waktu lebih dari satu menit untuk memikirkan tentang di mana orang dilahirkan, bahasa apa yang mereka pakai, apa warna kulit mereka. Ada kepolosan tentang anak muda yang hanya dipengaruhi oleh orang tua. Jadi, kita harus memastikan bahwa pendidikan itu tepat untuk semua orang.

begitu juga dengan apa yang terjadi dinegara saya. saya tidak duduk di sini hanya mengkritik apa yang terjadi malam ini karena di negara kami, kami memiliki masalah yang sama. Kami tidak bebas dari itu.

Anda dapat memberi sanksi kepada klub (atau negara), tetapi terus terang itu tidak akan menghentikan satu atau dua orang yang memiliki pola pikir seperti itu untuk melakukan apa yang ingin mereka ingin lakukan.

Jadi, kita harus memastikan bahwa kita mendidik kaum muda karena kita memiliki kesempatan yang lebih baik dengan kaum muda dan kemudian kita harus memimpin itu sejauh dan seluas mungkin.

Jika anda hendak bermain judi poker online terpercaya di Indonesia silahkan Kunjungi Situs Ini.

Peraturan UEFA menyatakan bahwa jika pendukung terlibat dalam perilaku rasis maka “asosiasi anggota atau klub yang bertanggung jawab dihukum dengan minimal penutupan sebagian stadion”
Pasal 14 juga menyatakan bahwa tindakan disipliner tambahan dapat dikenakan tergantung pada situasinya, sementara “tindakan disipliner dapat digabungkan dengan arahan khusus yang ditujukan untuk menangani perilaku semacam itu”